Hasil Penelitian Ilmiah Tentang Penggunaan Obat Maag

Hasil Penelitian Ilmiah Tentang Penggunaan Obat Maag – Sakit Maag atau dalam dunia medis dikenal sebagai dispepsia ini merupakan salah satu dari yang terjadi pada lambung yang sering dikeluhkan oleh masyarakat. Penyakit maag ini biasanyad diobati dengan cara sendiri dengan membeli obat maag yang banyak beredar dipasaran. Namun anda perlu waspadai, dari hasil penelitian ilmiah menunjukan akan bahaya penggunaan obat maag dalam jangka panjang yang akan menyebabkan kurang darah atau anemia.

Hasil Penelitian Ilmiah Tentang Penggunaan Obat Maag

Penyakit Maag

Tidak sedikit masyarakat kita mengeluhkan akan ketidaknyamanan pada perut akibat dari penyakit maag ini. Hasil penelitian yang di Benua Asia menunjukan hampir 43% masyarakat di Asia mengalami sakit maag setiap tahunnya. Gejala yang ditimbulkan dari penyakit maag ini juga beraneka ragam, dimulai dari sakit pada ulu hati, perut kembung, perut mudah kenyang, tenggorokan tidak nyama, merasakan asam dimulut, hingga merasakan sensasi terbakar pada dada.

Hasil Penelitan Tentang Obat Maag Jangka Panjang

Hasil Penelitian Ilmiah Tentang Penggunaan Obat Maag

Ada beberapa jenis obat maag yang bisa digunakan dalam pengobatan, salah satunya proton pump inhibitor (PPI). Dimana PPI ini sering diresepkan oleh dokter dan memiliki efek yang terbilang baik dan aman dalam mengobati penyakit maag ini.

Dari hasil penelitian ilmiah oleh Muayyedi dkk pada tahun 2006 tentang obat maag proton pump inhibitor (PPI) menyebutkan bahwa PPI ini memiliki efektivitas yang baaik dalam membantu meredakan keluhan yang terjadi pada penyakit maag hingga 13 persen, selain itu juga PPI ini baik diberikan kepada pasien penyakit maag yang memiliki gejala sakit pada ulu hati dan merasakan sesasi terbakar di dada. Penggunaan obat maag  proton pump inhibitor (PPI) ini juga terbilang aman digunakan dalam jangka panjang.

Baca juga : Penyakit Maag Menurut Para Ahli

Namun obat maag yang banyak beredar di masyarakat yaitu jenis antasida. Dimana jenis ini sangat berbahaya dalam penggunaannya dalam jangka waktu panjang, dimana akan mengakibatkan kurang darah atau anemia. Dimana antasida dapat menghambat terhadapap penyerapan berbagai sumber nutrisi penting dalam pembentukan sel darah merah. Selain itu juga mengonsumsi antasida yang mengandung kalsium akan memicu terjadinya keterlambatan tubuh dalam penyerapan zat besi pada lambung.

Kondisi tentunya sangat berisiko bagi kesehatan tubuh, dimana asupan zat besi yang kurang akan mengakibatkan kurang darah dan mengakibatkan gangguan kesehatan yang serius. Untuk itu, kami menghimbau bagi anda yang memiliki penyakit maag agar dapat bisa memilih obat yang tepat yang tidak memiliki efek samping dalam penggunaannya, khususnya dalam jangka panjang.

Obat Maag Tradisional

Obat Maag Menurut Penelitian Ilmiah

Sekarang ini telah ada obat maag berbahan tradisional yang diyakini membantu dalam penyembuhan penyakit maag, yaitu Q N C Jelly Gamat. Terbuat dari ekstrak teripang asli yang memiliki berbagai khasiat bagi kesehatan dan ampuh dalam mengobati berbagai penyakit, salah satunya penyakit maag. Obat Maag Q N C Jelly Gamat ini memiliki kandungan alami yang dapat menetralkan asam lambung hingga mengobatik luka pada lambung secara alami dan efektif. Banyak para ahli kesehatan juga yang merekomendasikan pengobatan maag menggunakan gamat atau teripang ini, karena khasiat dan manfaatnya yang luar biasa bagi kesehatan dan tanpa memberikan efek samping dalam penggunaan jangka panjang.

Q N C Jelly Gamat ini dapat dikonsumsi oleh semua kalangan, termasuk ibu hamil dan menyusui. Selain itu juga sudah terdaftar di DEPKES RI dan bersertifikat HALAL. Dapatkan produk yang original hanya di Agen Resmi, salah satunya di website www.obatmaagcair.com.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *